BANGKA — Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Zakaria alias Jack, seorang penyandang disabilitas yang tinggal seorang diri di wilayah RT 10, Kelurahan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Zakaria tetap berusaha menjalani kehidupan secara mandiri dan melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat lainnya. Ia kini tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Sejak kedua orang tuanya tiada, Zakaria harus menjalani kehidupan seorang diri. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.
Dengan tekad dan niat yang kuat, ia memiliki sebuah impian sederhana, yakni mempunyai alat pencetak batako manual agar dapat digunakan untuk mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Impian tersebut perlahan terwujud berkat doa serta dukungan dari warga di sekitar tempat tinggalnya. Zakaria kini telah memiliki alat pencetak batako manual.
Dengan segala keterbatasannya, Zakaria berusaha membuat batako secara mandiri. Aktivitas tersebut dilakukannya sebagai bentuk ikhtiar untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Saat ditemui di kediamannya, Minggu (27/9/2026), Zakaria menyampaikan permohonan bantuan.
“Mohon bantuannya,” ujar Zakaria.
Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya berharap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan dapat memberikan perhatian kepada kondisi Zakaria.
Ia meminta Bupati Bangka dapat menemui Zakaria secara langsung dan melihat kondisi serta perjuangannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kami mohon perhatian kepada Bapak Bupati Kabupaten Bangka untuk menemui Zakaria dan membantunya. Kasihan beliau, Pak,” ungkap warga tersebut.
Menurutnya, perhatian juga diharapkan datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dapat turut membantu Zakaria agar dapat mengembangkan usaha pembuatan batako yang sedang dirintisnya.
Selain pemerintah, warga tersebut juga berharap PT Timah memberikan bantuan kepada Zakaria.
“Kami juga berharap perhatian dari Bapak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk segera membantu Zakaria. PT Timah juga wajib membantu Zakaria yang selalu berjuang. Tidak mahal, Pak, hanya alat cetak batako,” katanya.
Ia menilai bantuan berupa sarana pendukung usaha dapat menjadi langkah nyata untuk membantu Zakaria agar lebih mandiri dan memiliki penghasilan.
Menurutnya, Zakaria tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Ia hanya membutuhkan dukungan agar dapat terus berusaha dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kemampuan yang dimiliki.
“Niat baik Bapak-Bapak akan digantikan oleh Allah SWT sepuluh kali lipat. Jadi tidak rugi membantu Bapak Zakaria. Ini juga menjadi kewajiban bagi seorang pemimpin untuk memperhatikan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kisah Zakaria menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berusaha. Di tengah kehidupan yang dijalaninya seorang diri, ia tetap memilih bekerja dan berjuang dengan kemampuan yang dimilikinya.
Kini, harapan Zakaria sederhana: memiliki peralatan yang memadai untuk membuat batako sehingga usaha kecil tersebut dapat terus berjalan dan menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ( Abi )
Redaksi — Perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi Zakaria untuk terus berkarya dan hidup mandiri

