Warga Desak Kades Bedengung Mundur, Senin Besok Gelar Audiensi soal Dugaan Jual Beli Lahan Desa

Bangka Belitung Bangka Selatan Daerah Hukum Kejaksaan Agung Kepolisian Pemerintah Viral
Advertisements
Advertisements

BANGKA SELATAN — Sejumlah warga Desa Bedengung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, dikabarkan akan menggelar audiensi dengan Kepala Desa Bedengung pada Senin 28 September 2026.

 

Audiensi tersebut berkaitan dengan persoalan lahan desa yang oleh warga diduga diperjualbelikan tanpa sepengetahuan masyarakat dan tidak sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya telah ditetapkan bersama.

 

Salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (27/9/2026), mengatakan bahwa audiensi tersebut akan dilakukan secara kekeluargaan untuk meminta penjelasan sekaligus transparansi terkait persoalan lahan desa.

 

Menurutnya, berdasarkan kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat, lahan tersebut tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.

 

“Warga Desa Bedengung bermaksud mengadakan audiensi secara kekeluargaan kepada Bapak Kepala Desa Bedengung. Melalui audiensi ini kami berharap dapat memperoleh penjelasan dan transparansi terkait permasalahan tersebut,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, warga berharap persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

“Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menjadi langkah bersama dalam menjaga kemajuan dan keharmonisan Desa Bedengung,” lanjutnya.

 

Namun, persoalan tersebut disebut telah berkembang menjadi tuntutan agar Kepala Desa Bedengung mengundurkan diri dari jabatannya.

 

“Kami masyarakat Desa Bedengung mendesak Pak Kades mundur, karena kami tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Pak Kades,” tegasnya.

 

Meski demikian, pernyataan mengenai dugaan jual beli lahan desa tersebut masih merupakan keterangan dari warga dan perlu diklarifikasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Desa Bedengung.

 

Audiensi yang rencananya digelar Senin diharapkan dapat menjadi ruang klarifikasi bagi semua pihak untuk menjelaskan duduk persoalan secara terbuka, termasuk mengenai status lahan, dasar pengelolaan atau pemanfaatannya, serta apakah terdapat proses atau transaksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kesepakatan masyarakat.

 

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang.

 

Saat redaksi mencoba konfirmasi kepada Kepala Desa Bedengung, ia pun masih beralasan sakit dan belum siap menjawab konfirmasi kepada redaksi.

 

Saat berita ini diterbitkan redaksi masih menunggu kesiapan kepala Desa Bedengung untuk menjawab konfirmasi yang redaksi ajukan. ( Abi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *