RUGI SEJAK AWAL? PENGELOLA BIANGLALA TOBOALI BERSUARA, DISPARPORA BASEL BUNGKAM

Bangka Belitung Bangka Selatan Daerah Pemerintah Viral
Advertisements
Advertisements

BANGKA SELATAN — Pengelola Bianglala Toboali mengeluhkan kondisi operasional wahana tersebut yang dinilai belum sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan sejak awal pembangunan hingga saat ini.

 

Hal tersebut disampaikan pengelola Bianglala Toboali, Dona, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Kamis (1/10/2026).

Saat ditanya apakah sejak awal pembangunan hingga sekarang pengelolaan Bianglala Toboali mengalami kerugian, Dona mengakui bahwa jika dihitung dari awal pembangunan, hasil yang diperoleh belum sebanding dengan biaya operasional.

 

“Kalau dihitung dari awal pembangunan, pasti ya gak sebanding dengan operasionalnya, bang,” ujar Dona.

 

Redaksi kemudian menanyakan kembali terkait informasi mengenai kondisi pengelolaan Bianglala Toboali yang disebut berasal dari pihak pusat.

 

“Seperti itulah, bang, info dari pusat,” jawabnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Bianglala Toboali merupakan salah satu fasilitas yang diharapkan dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata di Kabupaten Bangka Selatan.

 

Namun, di sisi lain, muncul persoalan mengenai keberlanjutan operasional apabila pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.

 

Redaksi kemudian berupaya meminta penjelasan dari pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, khususnya terkait kondisi operasional Bianglala Toboali, evaluasi pengelolaan, serta langkah pemerintah terhadap keluhan mengenai kerugian tersebut.

 

Sekitar satu jam setelah konfirmasi kepada pengelola, redaksi mencoba menghubungi Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra, melalui WhatsApp.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Evi Sastra belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan redaksi.

 

Dengan demikian, informasi mengenai kondisi kerugian dan evaluasi pengelolaan Bianglala Toboali masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Disparpora Kabupaten Bangka Selatan.

 

Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan menunggu keterangan dari Kepala Disparpora Bangka Selatan Evi Sastra untuk memberikan penjelasan secara utuh mengenai kondisi Bianglala Toboali, termasuk aspek operasional, pendapatan, biaya pengelolaan, serta langkah yang akan dilakukan pemerintah ke depan. ( Abi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *