BANGKA SELATAN – Kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (11/10/2026), menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Sekitar 500 rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Di tengah musibah besar tersebut, sorotan tajam mengarah pada respons pemadam kebakaran (Damkar) yang menurut keterangan warga baru tiba sekitar tujuh jam setelah dihubungi.
Peristiwa ini bukan sekadar persoalan kebakaran yang meluas. Warga kini mempertanyakan kecepatan penanganan darurat, koordinasi petugas, serta langkah antisipasi yang dilakukan agar kobaran api tidak semakin meluas dan menghanguskan permukiman.
Kekecewaan warga mencuat setelah banyak rumah dilaporkan terbakar sebelum armada Damkar tiba di lokasi. Meski tidak ada korban jiwa berdasarkan keterangan warga yang dihimpun, besarnya jumlah rumah yang terbakar menimbulkan persoalan serius terkait keselamatan masyarakat dan penanganan warga terdampak.
Salah satu warga Dusun Serdang, Andre, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (11/10/2026), mengatakan sekitar 500 rumah telah hangus dilalap api. Ia juga menyampaikan bahwa warga sangat kecewa terhadap kedatangan armada Damkar yang dinilainya terlambat.
“Sekitar 500 rumah hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa, tetapi warga sangat kecewa karena mobil Damkar terlambat tiba di lokasi. Mobil Damkar datang ketika ratusan rumah sudah terbakar,” ungkap Andre.
Menurut Andre, api mulai terlihat warga sekitar pukul 11.00 WIB. Kobaran api kemudian meluas hingga membakar banyak rumah. Saat memberikan keterangan, ia menyebut api belum sepenuhnya padam dan warga masih berjaga-jaga.
“Api mulai kelihatan oleh warga sekitar jam 11 pagi. Sampai sekarang api belum sepenuhnya padam. Hingga saat ini warga masih berjaga-jaga,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Andre menduga api berasal dari kebakaran hutan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab resmi kebakaran.
Tujuh Jam Menunggu, Warga Pertanyakan Respons Damkar
Keterangan lain disampaikan warga bernama Rusdi. Ia menyebut pihak Damkar telah dihubungi sejak pukul 14.00 WIB, tetapi armada baru tiba sekitar pukul 21.00 WIB.
“Damkar dihubungi dari jam dua siang, tiba sekitar jam sembilan malam,” kata Rusdi.
Jika mengacu pada keterangan Rusdi, terdapat rentang waktu sekitar tujuh jam antara pemanggilan dan kedatangan armada. Durasi inilah yang perlu mendapat penjelasan terbuka dari instansi terkait.
Apakah laporan diterima tepat waktu? Kapan armada mulai diberangkatkan? Berapa unit kendaraan yang dikerahkan? Apakah terdapat kendala jarak, akses jalan, ketersediaan air, personel, atau faktor teknis lainnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi penanganan kebakaran. Evaluasi tidak boleh hanya berhenti pada besarnya kerugian, tetapi juga harus menyentuh kesiapan dan koordinasi penanganan keadaan darurat.
Meski demikian, penyebab keterlambatan belum dapat disimpulkan sebelum ada keterangan resmi dari pihak Damkar dan instansi terkait.
Kasat Pol PP dan Kapolsek Simpang Rimba Belum Memberikan Tanggapan
Dalam upaya memperoleh keberimbangan pemberitaan, redaksi telah menghubungi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Bangka Selatan dan Kapolsek Simpang Rimba untuk meminta konfirmasi mengenai kebakaran tersebut, termasuk kronologi penanganan dan kedatangan armada Damkar.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan kepada redaksi.
Redaksi masih membuka ruang konfirmasi bagi pihak Damkar, Satpol PP, kepolisian, pemerintah kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk menjelaskan kronologi kejadian, waktu penerimaan laporan, pengerahan armada, serta kendala yang mungkin dihadapi petugas di lapangan.
Konfirmasi tersebut penting agar pemberitaan tidak hanya berdasarkan keterangan warga, tetapi juga memuat penjelasan resmi dari pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan kebakaran.
Ratusan Rumah Terbakar, Warga Butuh Tindakan Nyata
Di tengah sorotan terhadap respons Damkar, kebutuhan mendesak warga yang terdampak tidak boleh terabaikan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan pendataan rumah yang terbakar, memastikan kondisi warga, menyiapkan tempat pengungsian, serta menyalurkan makanan, air bersih, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.
Pemeriksaan penyebab kebakaran juga diperlukan untuk memastikan sumber api dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kebakaran meluas.
Musibah ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapan armada, kecukupan personel, sistem penerimaan laporan, dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi keadaan darurat.
Warga berhak mendapatkan penjelasan yang terang, sementara masyarakat yang kehilangan rumah membutuhkan pertolongan segera. Penanganan bencana harus berjalan cepat, terkoordinasi, dan transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan darurat tetap terjaga. ( Abi )
Catatan redaksi: Jumlah sekitar 500 rumah terbakar, waktu pemanggilan Damkar, dan waktu kedatangan armada masih berdasarkan keterangan warga serta perlu diverifikasi melalui data resmi. Penyebab kebakaran juga belum dipastikan. Redaksi telah menghubungi Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Selatan dan Kapolsek Simpang Rimba, tetapi hingga berita ini diterbitkan belum menerima tanggapan. Hak jawab dan hak koreksi tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

