Penyerahan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun Masa Pengabdian, Upacara Bendera 17 Agustus 2026 di Lapas Sungailiat Berlangsung Khidmat

Bangka Bangka Belitung Daerah Pemerintah Uncategorized
Advertisements
Advertisements

SUNGAILIAT – Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat, Senin (17/8/2026), berlangsung penuh khidmat.

 

Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai yang telah menunjukkan pengabdian dan dedikasi selama masa kerja 10, 20, hingga 30 tahun.

 

Kalapas Kelas IIB Sungailiat, Dadang Rais Saputro, A.Md.IP., S.H., M.H., saat dijumpai di Lapas Kelas IIB Sungailiat, Senin (17/8/2026), menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian sebagai aparatur negara.

 

“Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, pada pagi yang penuh kebanggaan ini kita dapat berdiri tegak di bawah kibaran Sang Merah Putih untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Dadang.

 

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia yang telah diraih selama 81 tahun bukanlah pemberian, melainkan hasil perjuangan yang dilandasi keberanian, pengorbanan, persatuan, serta keyakinan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri sendiri dan menentukan masa depannya.

 

“Hari ini, kita mengenang dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan dan pendahulu bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, jiwa, dan raga agar kita dapat hidup sebagai bangsa yang merdeka,” katanya.

 

Ia menegaskan, penghormatan kepada para pahlawan tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara dan kata-kata. Penghormatan yang sesungguhnya harus diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

 

Dadang juga menekankan pentingnya tugas jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menjaga kedaulatan negara serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tetap menjunjung tinggi hukum dan martabat manusia.

 

“Melalui fungsi pemasyarakatan, kita memastikan pelaksanaan pidana tetap menjunjung tinggi hukum dan martabat manusia. Pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan pidana, tetapi juga membina dan menyiapkan Warga Binaan agar mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan produktif,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada para penerima Satyalancana Karya Satya.

 

“Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Saya menyampaikan selamat dan penghargaan kepada seluruh penerima,” ungkap Dadang.

 

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas lamanya masa kerja, tetapi merupakan bentuk penghargaan negara terhadap kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

 

“Jadikan penghargaan ini sebagai pengingat bahwa semakin lama seseorang mengabdi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan teladan. Jadilah teladan dalam integritas, kedisiplinan, profesionalisme, serta kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pertama, menjaga kedaulatan negara dengan penuh tanggung jawab, memperkuat pengawasan, mencegah setiap ancaman, serta memberikan pelayanan yang mudah dan berkepastian hukum.

Kedua, mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, produktif, dan berperikemanusiaan dengan memperkuat keamanan serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan.

Ketiga, menegakkan integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

“Seragam dan jabatan adalah amanah sekaligus simbol kepercayaan negara dan masyarakat. Jaga kehormatan institusi dengan bekerja secara jujur, adil, dan berani menolak setiap bentuk penyimpangan,” ujarnya.

 

Keempat, ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan transformasi digital. Teknologi, kata Dadang, harus dimanfaatkan untuk menyederhanakan proses, meningkatkan akurasi data, memperkuat pengawasan, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Kelima, Dadang mengajak seluruh jajaran memperkuat persatuan dan kolaborasi. Menurutnya, berbagai tantangan tidak dapat diselesaikan dengan bekerja sendiri-sendiri, sehingga diperlukan komunikasi, kerja sama, dan langkah bersama.

 

“Dengan semangat kemerdekaan, mari kita wujudkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berdampak bagi kedaulatan negara, tegaknya hukum, pelayanan masyarakat, serta terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.

 

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran yang tetap menjalankan tugas di berbagai penjuru tanah air, termasuk mereka yang pada momentum Hari Kemerdekaan tetap bertugas menjaga perbatasan, memberikan pelayanan, mengamankan satuan kerja, serta melindungi masyarakat. ( Abi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *