BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan merespons pemberitaan mengenai keluhan petani sawit yang terdampak kebakaran lahan di tengah kondisi harga tandan buah segar (TBS) sawit yang belum kunjung membaik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Bangka Selatan, Lisbeth, S.Kep., M.M., menyampaikan bahwa masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) apabila terjadi kebakaran di wilayah mereka.
Hal tersebut disampaikan Lisbeth saat menjawab konfirmasi redaksi pada Selasa (13/10/2026).
“Kalau ada kebakaran, masyarakat yang melapor ke Damkar, karena tidak mungkin Damkar bisa mengawasi se-Kabupaten Basel, di mana yang kebakaran,” ujar Lisbeth.
Ia menjelaskan, petugas Damkar tidak mungkin memantau seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan secara bersamaan. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam menyampaikan laporan dinilai penting agar petugas dapat mengetahui lokasi kebakaran dan mengambil tindakan.
Selain itu, Lisbeth mengungkapkan bahwa Pemkab Bangka Selatan telah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan larangan membakar hutan dan lahan.
“Dari Pemkab sudah membuat surat edaran tentang imbauan dilarang membakar hutan dan lahan,” ungkapnya.
Petani Berharap Ada Langkah Nyata
Respons Pemkab Basel tersebut muncul di tengah keluhan petani sawit yang menghadapi persoalan berlapis. Selain harga TBS yang belum sesuai harapan, kebakaran lahan juga menambah beban petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan.
Bagi petani swadaya, kebakaran bukan hanya mengancam tanaman sawit, tetapi juga berpotensi menambah biaya pemulihan kebun dan memperpanjang tekanan ekonomi keluarga.
Karena itu, petani berharap pemerintah tidak hanya mengimbau masyarakat untuk melaporkan kebakaran, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan petugas, serta penanganan kebakaran yang cepat ketika laporan diterima.
Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran hutan atau lahan diharapkan segera melapor kepada Damkar atau pihak berwenang setempat agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. ( Abi )

