SUNGAILIAT – Musim panas yang berkepanjangan menyebabkan ketersediaan air bersih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat mulai mengalami keterbatasan. Kondisi tersebut membuat pihak lapas harus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan air bagi warga binaan tetap dapat terpenuhi.
Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Dadang Rais Saputro A.Md.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi di Lapas Kelas IIB Sungailiat, Senin (17/8/2026), mengatakan kondisi kekeringan akibat musim panas membuat pihaknya cukup kewalahan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
“Untuk kekeringan yang disebabkan musim panas ini membuat kita agak kewalahan, tapi saat ini masih bisa kita atasi. Karena kami menggunakan sumur yang dulu tidak digunakan, sekarang kita gunakan,” ujar Dadang.
Menurutnya, keterbatasan ketersediaan air juga membuat pihak lapas harus melakukan pengaturan penggunaan air, termasuk mengurangi jatah mandi bagi warga binaan.
“Setidaknya jatah mandi narapidana kita kurangi. Yang biasanya mandi empat kali sehari menjadi dua kali sehari,” katanya.
Dadang menambahkan, apabila kondisi kekeringan terus berlanjut dan persediaan air semakin terbatas, pihaknya akan meminta bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam lapas.
“Kalau musim kekeringan ini masih berlanjut, terpaksa kita minta bantuan Pemda setempat untuk bantuan air bersih,” ungkapnya.
Selain persoalan air bersih, Lapas Kelas IIB Sungailiat juga menghadapi persoalan kelebihan kapasitas penghuni. Saat ini, kapasitas hunian lapas hanya sekitar 300 orang, namun dihuni sebanyak 609 warga binaan.
Dadang menjelaskan, tingginya jumlah warga binaan tersebut salah satunya disebabkan Lapas Kelas IIB Sungailiat melayani dua wilayah kejaksaan, yakni Kejaksaan Negeri Bangka dan Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.
“Karena keterbatasan bangunan hunian untuk warga binaan, dengan kapasitas hunian 300 orang yang dihuni 609 warga binaan. Bertambahnya warga binaan yang menghuni Lapas Kelas IIB Sungailiat ini sekitar 300 persen, karena kita melayani dua wilayah kejaksaan, yaitu Kejaksaan Kabupaten Bangka dan Kejaksaan Bangka Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bangka, Fery Insani, saat dikonfirmasi di Lapas Kelas IIB Sungailiat, Senin (17/8/2026), menyampaikan komitmennya untuk membantu persoalan kebutuhan air bersih apabila kondisi tersebut masih berlanjut.
“Insyaallah tahun depan jika dana mencukupi akan kita bantu,” kata Fery.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih dengan jumlah warga binaan yang jauh melebihi kapasitas hunian Lapas Kelas IIB Sungailiat. ( Abi )

