BANGKA SELATAN – Kegagalan Timnas Qatar melaju ke babak berikutnya di Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Setelah menjalani fase grup yang kurang meyakinkan, Qatar dipastikan tersingkir usai menelan kekalahan telak 0-6 dari Kanada dan kembali kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina, sehingga finis di dasar klasemen Grup B.
Saat ditemui di Sekretariat Komunitas Penuh Inspirasi, Minggu (28/6/2026), salah seorang pendukung Timnas Indonesia, Abi Abdillah, mengaku tidak merasa simpati atas tersingkirnya Qatar.
Menurutnya, hasil tersebut merupakan pelajaran bagi tim yang dinilai pernah bertindak tidak sportif terhadap Indonesia.
“Ini adalah azab buat tim yang zalim pada Timnas Indonesia dan di duga sering menyuap wasit, dalam sepak bola harus menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Saya berharap ke depan semua tim bisa bermain dengan adil,” ujar Abi Abdillah.
Pendapat senada juga disampaikan oleh penggemar sepak bola lainnya, Rizqy. Ia menilai Qatar memang tidak layak melaju lebih jauh di turnamen tersebut karena performanya kurang baik sepanjang fase grup.
“Menurut saya Timnas Qatar memang tidak layak berada di Piala Dunia 2026. Saat melawan Swiss mereka sempat mendapat kartu merah, dan pertandingan itu juga diwarnai cedera serius yang dialami pemain Swiss akibat benturan keras. Hal seperti itu tentu mencoreng semangat fair play dalam sepak bola,” kata Rizqy.
Meski demikian, berbagai penilaian yang disampaikan narasumber merupakan pendapat pribadi mereka. Dalam dunia sepak bola, hasil pertandingan dan penilaian terhadap suatu tim tetap menjadi bagian dari dinamika olahraga yang menjunjung sportivitas, penghormatan kepada lawan, serta keputusan resmi dari perangkat pertandingan. ( KBO BABEL )

