Polisi Peduli Pendidikan, Polsek Namang Turun ke Sekolah: Tekankan Disiplin, Bahaya Bullying, Narkoba, dan Kenakalan Remaja

Bangka Tengah
Advertisements
Advertisements

**BANGKA TENGAH, KANTOR BERITA ONLINE (KBO)** — Kepolisian Sektor (Polsek) Namang menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan *Polisi Peduli Pendidikan* di SMP Negeri 02 Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (26 Oktober 2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi para pelajar.

Kegiatan ini bukan sekadar kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah, melainkan langkah untuk memperkuat hubungan antara Polri, tenaga pendidik, pelajar, orang tua, dan masyarakat. Pendidikan dinilai tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Namang hadir dengan melibatkan Kapolsek Namang, Kanit Intelkam, Kanit Reskrim, Kanit Samapta, Kanit Binmas, Kanit Provost, Bhabinkamtibmas, serta personel Bintara Polsek Namang. Kehadiran personel lintas fungsi ini mencerminkan upaya kepolisian untuk mendekatkan pelayanan dan edukasi keamanan kepada kalangan pelajar.

**Pencegahan Kenakalan Remaja Harus Dimulai Sejak Dini**

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan adalah kenakalan remaja, perundungan atau *bullying*, penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar, serta perilaku negatif lainnya. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama karena dapat mengganggu proses belajar, merusak masa depan generasi muda, bahkan menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Karena itu, edukasi dan pencegahan perlu diperkuat melalui kerja sama antara pihak sekolah, keluarga, masyarakat, dan kepolisian. Pelajar perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menghormati sesama, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, menaati aturan, serta berani melaporkan tindakan perundungan atau perilaku yang membahayakan kepada pihak yang tepat.

**Literasi Digital dan Tertib Berlalu Lintas Jadi Perhatian**

Selain persoalan pergaulan, penggunaan media sosial secara bijak dan kesadaran tertib berlalu lintas juga menjadi bagian dari tujuan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pelajar dituntut mampu memilah informasi, menghindari penyebaran hoaks, menjaga etika komunikasi digital, serta tidak terlibat dalam perundungan melalui media sosial.

Kesadaran berlalu lintas juga penting ditanamkan sejak dini. Kepatuhan terhadap aturan jalan raya, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan sikap bertanggung jawab ketika berkendara merupakan bagian dari pendidikan keselamatan yang perlu diperkuat melalui keluarga, sekolah, dan aparat terkait.

**Polri Didorong Hadir Secara Humanis di Lingkungan Sekolah**

Program Polisi Peduli Pendidikan menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis kepolisian untuk membangun komunikasi dan kepercayaan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai simbol penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat memberikan edukasi, perlindungan, serta dukungan terhadap terciptanya suasana belajar yang nyaman.

Berdasarkan laporan kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar wilayah hukum Polsek Namang dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan juga dilaporkan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Meski demikian, keberhasilan menjaga lingkungan pendidikan tetap membutuhkan konsistensi, pengawasan, dan keterlibatan semua pihak secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, kepedulian terhadap pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kerja nyata dalam mencegah kekerasan, menekan kenakalan remaja, meningkatkan disiplin, serta membangun karakter generasi muda yang bertanggung jawab. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci agar pelajar dapat menuntut ilmu dalam lingkungan yang aman dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.

(Pens Dimas Aan permadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *