Nelson Pomalingo Tantang PJS: Jangan Sekadar Jadi Penonton, Pers Harus Kawal Swasembada Pangan Nasional!

PJS Uncategorized
Advertisements
Advertisements

**BATAM** – Pers dituntut tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus berperan aktif sebagai kekuatan strategis dalam mengawal pembangunan bangsa. Organisasi pers harus mampu memberikan edukasi, membangun kesadaran masyarakat, serta ikut mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Nelson Pomalingo saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, 4–5 November 2026.

Di hadapan pengurus dan anggota PJS dari berbagai provinsi, Nelson memberikan tantangan kepada seluruh insan pers agar tidak hanya menjadi penonton dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, media siber memiliki kekuatan besar untuk mengangkat potensi daerah, menyampaikan informasi yang mencerdaskan, sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Didampingi Sekretaris Jenderal Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Alias Wello, Nelson turut memaparkan pengalaman dan gagasannya mengenai pengembangan potensi unggulan daerah, terutama sektor pertanian dan perkebunan.

Ia menilai Gorontalo dan Kepulauan Riau memiliki kesamaan karakteristik wilayah kepulauan serta kekayaan budaya yang dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama dan meningkatkan perekonomian daerah.

Nelson menegaskan, salah satu potensi yang harus mendapat perhatian serius adalah perkebunan kelapa. Komoditas tersebut memiliki peluang ekonomi besar, tetapi membutuhkan investasi, perencanaan jangka panjang, dan keberpihakan kebijakan pemerintah.

### PJS HARUS IKUT KAWAL KETAHANAN PANGAN

Dalam kesempatan itu, Nelson menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Organisasi pers juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mengambil bagian.

“Media siber potensinya besar sekali. Saya berharap PJS dapat mengambil peran melalui pemberitaan yang berkualitas, memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pertanian dan pangan, serta membantu pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan,” ungkap Nelson.

Ia mengingatkan, wartawan harus mampu menyajikan informasi yang akurat dan berimbang. Jangan sampai kecepatan publikasi mengorbankan kualitas serta kredibilitas pemberitaan.

Pers juga harus berani mengangkat persoalan di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi petani, persoalan distribusi hasil pertanian, hingga pelaksanaan program pemerintah.

### ORGANISASI KUAT, WARTAWAN WAJIB PROFESIONAL

Tidak hanya berbicara mengenai pembangunan nasional, Nelson juga menyoroti pentingnya memperkuat kelembagaan PJS.

Ia mendorong pembenahan AD/ART, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan anggota, serta pengaderan yang terstruktur mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

“Tak ada profesional tanpa organisasi,” tegas Nelson yang dalam kesempatan tersebut didapuk sebagai Pembina PJS.

Menurutnya, organisasi pers harus menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan wartawan profesional, berintegritas, memahami kode etik jurnalistik, serta memiliki tanggung jawab terhadap publik.

Nelson juga mengingatkan agar wartawan tidak kehilangan keberanian dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kritis itu penting, untuk pengawalan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pers tidak boleh hanya menjadi alat untuk memuji kekuasaan. Pers harus tetap independen, berani menyampaikan fakta, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan jalannya pembangunan.

Sementara itu, Rakernas III PJS secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, perwakilan Forkopimda Kepulauan Riau, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Kehadiran Nelson Pomalingo sebagai narasumber sekaligus Pembina PJS menjadi salah satu perhatian dalam forum nasional tersebut. Gagasan dan pengalamannya memberikan perspektif baru mengenai pentingnya keterlibatan insan pers dalam pembangunan daerah dan nasional.

Melalui Rakernas III ini, PJS diharapkan semakin solid dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memperluas kontribusi pers bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.

**Pers harus berdiri di garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan rakyat, mengawal kebijakan pemerintah, dan mendorong pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton ketika bangsa ini berjuang mewujudkan swasembada pangan nasional.**

*(Budi Yanto/PJS)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *