BANGKA SELATAN — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang mengalami penurunan kembali menjadi keluhan serius bagi sejumlah petani sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di tengah kondisi tersebut, petani berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun tangan dan memberikan perhatian terhadap kondisi yang mereka hadapi.
Salah satu petani sawit di Bangka Selatan yang meminta namanya tidak dipublikasikan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (4/10/2026),
menyampaikan keluhannya secara langsung kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
“Tolong Pak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, kami sudah susah jangan ditambah susah. Tolong Pak Gubernur jangan cuma diam, mana janji mu.” ujarnya
Menurutnya, kondisi harga sawit yang menurun sangat berdampak terhadap petani, terutama ketika biaya perawatan kebun, pupuk, tenaga panen, dan kebutuhan lainnya tetap harus dikeluarkan.
Ia juga mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perkebunan sawit.
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu di mana?” harapnya
Keluhan tersebut menjadi gambaran keresahan petani yang berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah terkait kondisi harga TBS yang mereka hadapi.
Petani Menunggu Respons Pemerintah
Redaksi kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani terkait keluhan petani tersebut.
Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendapatkan penjelasan mengenai kondisi harga sawit serta langkah pemerintah dalam menyikapi keluhan petani.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima redaksi dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung maupun Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun instansi terkait.
Saat berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu tanggapan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. ( Abi )

