Harga Sawit Turun di Tengah Buah Ngetrek ! Supawi Bersuara Keras : JANGAN BIARKAN PETANI TERPURUK

Bangka Belitung Bangka Selatan Daerah Industri Nasional Pemerintah Viral
Advertisements
Advertisements

BANGKA SELATAN — Persoalan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang mengalami penurunan di tengah kondisi buah sawit petani mulai memasuki masa ngetrek mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Supawi.

Supawi, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan dari Fraksi Partai NasDem, mengaku turut kecewa melihat kondisi yang dihadapi para petani sawit saat ini.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (1/10/2026), Supawi mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi petani, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat kebun sawit cukup tinggi.

“Saya juga kecewa dengan kondisi sekarang, buah lagi ngetrek. Biaya perawatan sangat tinggi. Ditambah lagi kondisi harga turun,” kata Supawi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani berada dalam posisi yang semakin sulit. Di satu sisi produksi buah mulai meningkat, namun di sisi lain harga justru mengalami penurunan, sementara biaya pemeliharaan kebun tetap harus dikeluarkan petani.

Supawi meminta pihak-pihak terkait, khususnya dinas yang membidangi perkebunan serta pihak pabrik kelapa sawit, agar tidak mengabaikan kondisi para petani.

“Jadi kepada pihak-pihak dinas dan pabrik, tolong pikirkanlah para petani kita ini,” tegasnya.

Ia menilai keberlangsungan usaha perkebunan sawit masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, bagi sebagian masyarakat Bangka Selatan, perkebunan sawit merupakan salah satu sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sorotan dari legislatif tersebut menambah perhatian terhadap persoalan harga sawit di Bangka Selatan. Sebelumnya, keluhan petani muncul karena harga TBS dinilai turun ketika produksi mulai meningkat atau memasuki kondisi ngetrek.

Kondisi ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak perusahaan/pabrik untuk mencari solusi yang dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi petani, terutama ketika biaya produksi dan perawatan kebun terus menjadi beban petani.

REDAKSI — Aspirasi petani dan tanggapan para pihak terkait akan terus dihimpun agar persoalan harga sawit di Bangka Selatan dapat diberitakan secara berimbang. ( Abi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *