Jangan Hanya Hitung Produksi! PT Timah Diminta Perhatikan Nasib Masyarakat Tanjung Bunga

Bangka Belitung Daerah Pertambangan Timah Pt Timah Uncategorized
Advertisements
Advertisements

BANGKA BELITUNG — Aktivitas pertambangan timah di perairan Tanjung Bunga kembali menjadi perhatian masyarakat. Ratusan ponton disebut masih berada di kawasan tersebut, sementara keberlanjutan aktivitas pertambangan yang menjadi sumber penghasilan sebagian masyarakat dipertanyakan.

Senin (14/9/2026).

Masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan di laut berharap PT Timah tidak hanya mempertimbangkan capaian produksi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas di perairan Tanjung Bunga.

Sebelumnya, muncul informasi bahwa hasil produksi timah di kawasan tersebut dapat mencapai sekitar 2 ton dalam satu hari. Namun, masyarakat yang ditemui di lapangan mempertanyakan apakah capaian produksi tersebut harus menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau ditutup, siapa yang bertanggung jawab untuk makan kami? Anak-anak kami masih sekolah dan kebutuhan rumah tangga terus berjalan,” ujar salah seorang masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di laut Tanjung Bunga.

Menurut masyarakat, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai kegiatan pertambangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup keluarga yang selama ini bergantung pada penghasilan dari laut.

Karena itu, masyarakat meminta PT Timah bersama pihak terkait mencari solusi yang tidak hanya mempertimbangkan sisi produksi, tetapi juga memperhatikan nasib masyarakat kecil yang mencari nafkah.

Publik juga meminta agar persoalan aktivitas pertambangan di Tanjung Bunga dapat dibuka secara transparan. Jika terdapat ketentuan, batas wilayah, maupun persoalan teknis yang menyebabkan kegiatan dihentikan, masyarakat berharap penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka.

Di sisi lain, apabila aktivitas pertambangan dapat kembali dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, masyarakat berharap PT Timah segera memberikan kepastian agar mereka dapat kembali bekerja secara legal dan bertanggung jawab.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka membutuhkan kepastian mengenai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya makan dan pendidikan anak-anak.

Publik pun mendesak PT Timah tidak hanya melihat persoalan dari sisi target produksi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan di laut Tanjung Bunga.

PT Timah dan instansi terkait diharapkan memberikan penjelasan resmi mengenai status aktivitas pertambangan di kawasan tersebut, termasuk alasan penghentian apabila memang telah dilakukan, serta langkah penyelesaian yang akan diberikan kepada masyarakat.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *