DIDUGA JADI KORBAN PENYADAPAN! Dimas BONGKAR PENYALAHGUNAAN NOMOR WHATSAPP, MASYARAKAT DIMINTA WASPADA

Bangka Belitung
Advertisements
Advertisements

**PANGKALPINANG** – Dugaan penyadapan nomor telepon kembali menjadi perhatian. Kali ini, Dimas menyampaikan peringatan terbuka kepada masyarakat setelah mengaku pernah mengalami dugaan penyadapan oleh seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Persoalan tersebut bukan perkara sepele. Dimas mengungkapkan bahwa setelah mengalami dugaan penyadapan, nomor handphone yang pernah digunakannya ternyata kembali aktif. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan penyalahgunaan nomor dan identitas pribadinya.

Melalui pernyataan terbuka, Dimas secara tegas meminta masyarakat berhati-hati terhadap nomor WhatsApp **+62 819-7777-5775**. Ia menegaskan bahwa apabila ada pihak yang menghubungi menggunakan nomor tersebut, jangan langsung menganggap komunikasi itu berasal dari dirinya.

**”Jika ada yang menghubungi menggunakan nomor tersebut, itu bukan saya, Dimas Aan Permadi,”** demikian inti klarifikasi yang disampaikannya.

Dimas menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, penyalahgunaan nomor telepon berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai tindakan yang merugikan, mulai dari meminta uang, menghubungi relasi, hingga mencatut nama seseorang untuk kepentingan tertentu.

Ia juga mengingatkan keluarga, rekan kerja, sahabat, dan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan mencurigakan, terlebih jika disertai permintaan transfer uang, data pribadi, maupun kode OTP.

Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan identitas digital tidak boleh dianggap remeh. Dugaan penyadapan dan penguasaan nomor tanpa sepengetahuan pemilik dapat menimbulkan persoalan serius apabila disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dimas berharap apabila ada masyarakat yang menerima pesan atau telepon dari nomor tersebut dengan mengatasnamakan dirinya, segera melakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi lain yang telah dipastikan benar. Ia juga meminta agar bukti komunikasi mencurigakan disimpan apabila diperlukan untuk pelaporan.

**PESAN TEGAS DIMAS:** Jangan mudah percaya, jangan transfer uang, dan jangan serahkan data pribadi kepada pihak yang menggunakan nomor WhatsApp tersebut. Identitas seseorang bukan untuk dipermainkan!

Hingga klarifikasi ini disampaikan, identitas pihak yang diduga melakukan penyadapan maupun pihak yang mengaktifkan kembali nomor tersebut belum diketahui. Dimas berharap persoalan ini mendapat perhatian dan tidak ada masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan identitas.Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *