BANGKA SELATAN – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan pada pelaksanaan hari kedua Pawai Baris Berbaris di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Sampah terlihat masih berserakan di sekitar kawasan panggung kehormatan pada Rabu (26/8/2026).
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian warga yang menyaksikan jalannya pawai. Sejumlah warga menilai persoalan kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga perlu mendapat perhatian dari panitia pelaksana dengan menyediakan sarana tempat sampah di sepanjang lokasi kegiatan.
Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, saat dijumpai di depan panggung kehormatan Pawai Baris Berbaris, Rabu (26/8/2026), mengatakan persoalan sampah memang sulit dikendalikan apabila tidak didukung dengan fasilitas yang memadai.
“Masalah sampah susah untuk dikendalikan, Bang. Apalagi tempat sampahnya diduga tidak disediakan oleh panitia pelaksana,” ujarnya.
Ia mengaku sebelumnya membaca pemberitaan di media online babelwow.com mengenai kondisi sampah yang cukup banyak di depan panggung kehormatan pada hari pertama pelaksanaan pawai.
Menurutnya, pada hari kedua persoalan serupa masih terlihat. Ia juga menyoroti pola pembersihan sampah yang dilakukan setelah kegiatan selesai.
“Kalau upaya Dinas Lingkungan Hidup membersihkan sampah hanya setelah acara selesai, maka sampai kapan pun ketika acara sedang berlangsung, sampah tidak akan pernah hilang,” katanya.
Ia menilai apabila masyarakat yang menonton sepenuhnya disalahkan terkait persoalan sampah, maka panitia pelaksana juga perlu ikut bertanggung jawab dengan menyediakan tempat sampah di lokasi kegiatan.
“Kalau warga yang menonton disalahkan, saya menilai panitia pelaksana Pawai Baris Berbaris juga harus menyiapkan tempat sampah. Jadi biar adil. Warga yang menonton juga bingung mau membuang sampah ke mana kalau tempat sampah tidak tersedia,” ungkapnya.
Selain menyediakan tempat sampah, ia juga berharap panitia memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Untuk imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan dari panitia kepada warga yang menonton, saya mendengar tidak ada,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang yang juga tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kebersihan kawasan pawai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat.
“Bersih itu pangkal sehat. Kalau area panggung kehormatan bersih, Pawai Baris Berbaris juga terlihat indah dan tidak kotor,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, salah satu penonton laki-laki yang tidak ingin disebutkan namanya menilai persoalan sampah di kawasan pawai perlu menjadi evaluasi bagi panitia pelaksana.
“Ini salah panitia pelaksana karena tidak menyediakan tempat sampah, jadi penonton bebas membuang sampahnya ke mana pun mereka mau,” ujarnya.
Ia berharap persoalan kebersihan tidak hanya menjadi perhatian setelah acara selesai, tetapi juga selama kegiatan berlangsung.
“Kalau area pawai yang dilalui peserta bersih, kita juga melihatnya akan nyaman, indah dan sehat. Tidak ada bau sampah. Ini PR bagi pemerintah. Jadilah contoh yang baik bagi masyarakat Bangka Selatan,” pungkasnya.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana maupun pemerintah daerah agar pelaksanaan Pawai Baris Berbaris ke depan tidak hanya meriah dari sisi kegiatan, tetapi juga mampu memberikan contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan memiliki hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. ( Abi )

