Antrean Panjang Di Pabrik Sawit, Petani Desa Gudang Terancam Rugi

Uncategorized
Advertisements
Advertisements

Bangka Selatan|Babelwow.com – Penumpukan buah kelapa sawit terjadi di Desa Gudang dan sejumlah wilayah sekitarnya di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Kondisi tersebut memicu keluhan dari para petani dan pengepul sawit akibat terbatasnya kuota penerimaan di pabrik kelapa sawit setempat.

Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan pengangkut sawit terlihat mengular di sekitar area pabrik. Tidak sedikit buah sawit yang terpaksa tertahan di atas truk maupun di gudang penampungan karena belum dapat masuk untuk dilakukan penimbangan.

Situasi ini membuat para petani khawatir kualitas buah sawit mengalami penurunan akibat terlalu lama menunggu antrean. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, para petani mengaku akan mengalami kerugian karena berat timbangan dan kualitas buah dapat menurun.

“Kalau terlalu lama menumpuk, buah bisa rusak dan timbangannya berkurang. Kami tentu merasa dirugikan,” ujar salah satu petani sawit di Desa Gudang, Rabu (13/5/2026).

Selain petani, para pengepul sawit juga mengeluhkan kondisi serupa. Mereka mengaku harus menanggung tambahan biaya operasional karena kendaraan pengangkut harus menunggu lebih lama untuk dapat membongkar muatan di pabrik.

Menurut warga, keterbatasan kuota penerimaan di pabrik menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan buah sawit. Sementara di sisi lain, hasil panen masyarakat dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi sehingga tidak sebanding dengan kapasitas penerimaan yang tersedia.

Masyarakat berharap pihak pabrik dapat segera menambah kuota penerimaan buah sawit agar hasil panen petani dapat lebih cepat terserap. Mereka juga meminta perhatian pemerintah daerah untuk turun tangan mencarikan solusi agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.

Perkebunan kelapa sawit sendiri menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di Kecamatan Simpang Rimba dan wilayah sekitarnya. Karena itu, penumpukan buah sawit dinilai sangat berdampak terhadap perekonomian warga, terutama bagi petani kecil yang bergantung pada hasil panen harian.

Petani dan pengepul berharap persoalan antrean dan keterbatasan kuota penerimaan di pabrik dapat segera diatasi agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat. (Herwandi/KBO Babel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *