Dokter dan Tenaga Medis Babel Siap Turun ke Jalan, Kawal Sidang Perdana dr Ratna Setia Asih

Daerah Pangkalpinang
Advertisements
Advertisements

Pangkalpinang|Babelwow.com — Jelang sidang perdana klarifikasi Perkara Kesehatan nomor 295/Pid.Sus/2025/PN Pgp dengan terdakwa dr Ratna Setia Asih pada Kamis (4/12/2025), suasana di Pangkalpinang diperkirakan menghangat. Rabu (3/12/2025).

Puluhan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit negeri, swasta hingga klinik, bersiap menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Pangkalpinang sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral.

Aksi damai ini digagas oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Pangkalpinang dan akan melibatkan sekitar 100 nakes yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, serta paramedis. 

Mereka menilai kasus yang menimpa dr Ratna Setia Asih sebagai bentuk dugaan kriminalisasi terhadap profesi kedokteran setelah adanya rekomendasi Majelis Disiplin Profesi (MDP) yang kemudian berujung pada penetapan tersangka oleh Polda Kepulauan Bangka Belitung dan kini berlanjut ke tahap persidangan.

Rencana aksi damai tersebut tertuang dalam surat resmi IDI Cabang Pangkalpinang nomor 30/IDI CAB PKP/XII/2025 tertanggal 2 Desember 2025 yang ditujukan kepada Kapolres Pangkalpinang, Kapolsek Tamansari, serta ditembuskan kepada PN Pangkalpinang. Surat tersebut ditandatangani Ketua IDI Pangkalpinang, dr Eva Lestari, M.Kes.

Saat dikonfirmasi, dr Eva Lestari membenarkan bahwa para tenaga kesehatan telah mempersiapkan diri untuk turun langsung memberikan dukungan kepada sejawat mereka yang tengah menghadapi proses hukum.

“Besok (Kamis,4/12/2025) sekitar pukul 08.00 kami bersama teman sejawat dan para medis akan menggelar aksi damai di depan PN Pangkalpinang. Jumlah massa sekitar 100 orang. Surat pemberitahuan sudah kami sampaikan ke Kapolres, Kapolsek dan PN Pangkalpinang. InsyaAllah berjalan aman dan kondusif. Semua nakes yang hadir akan menggunakan pakaian putih serta mengenakan simbol khusus sebagai identitas nakes Babel,” kata dr Eva kepada Jejaring Media KBO Babel.

Menurut dr Eva, kehadiran para nakes tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga sebagai pesan moral kepada majelis hakim agar dapat melihat perkara ini secara jernih dan adil. 

Para tenaga kesehatan ingin menegaskan bahwa profesi dokter bekerja berdasarkan sumpah luhur: tidak memiliki niat buruk (mens rea) untuk mencederai, apalagi menghilangkan nyawa pasien.

“Para dokter bekerja berdasarkan etik dan sumpah profesi. Tidak ada dokter yang berniat melukai pasien. Kehadiran kami adalah bentuk seruan keadilan sekaligus dukungan moral untuk dr Ratna yang kami yakini menjalankan tugas sesuai prosedur dan tanpa niat buruk,” tegasnya.

Aksi damai tenaga kesehatan Babel ini diperkirakan menjadi salah satu bentuk solidaritas terbesar dalam kasus yang melibatkan tenaga medis di Bangka Belitung. 

Mereka berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang objektif, serta proses hukum yang berjalan tidak mencederai integritas profesi kedokteran. (Mung Harsanto/KBO Babel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *