**PANGKALPINANG** — Penerangan lampu hias di Jembatan 12 Kota Pangkalpinang menjadi sorotan setelah terlihat gelap pada malam hari. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemeliharaan fasilitas publik dan perhatian pemerintah terhadap keindahan serta kenyamanan ruang kota.
Jembatan yang seharusnya tampil menarik dengan cahaya lampu hias justru kehilangan daya tarik ketika penerangannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, pencahayaan bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan bagian dari wajah kota yang dapat memberikan kesan tertata, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius, terutama jika lampu yang mati atau redup terjadi dalam waktu berkepanjangan. Fasilitas yang dibangun dan dipelihara menggunakan anggaran publik semestinya mendapatkan perawatan secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Gelapnya lampu hias Jembatan 12 juga memunculkan pertanyaan mendasar: apakah persoalan ini disebabkan kerusakan teknis, gangguan pasokan listrik, atau keterlambatan pemeliharaan? Hingga ada penjelasan resmi dari pihak terkait, penyebab pasti kondisi tersebut belum dapat dipastikan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui dinas yang membidangi penerangan jalan dan pengelolaan infrastruktur perlu segera melakukan pemeriksaan di lapangan. Jika ditemukan kerusakan, perbaikan seharusnya dilakukan tanpa menunggu persoalan menjadi keluhan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Selain perbaikan fisik, evaluasi terhadap sistem pemeliharaan juga penting dilakukan. Jangan sampai fasilitas yang awalnya dibangun untuk memperindah kota justru dibiarkan kehilangan fungsi akibat lemahnya pengawasan atau tidak optimalnya perawatan rutin.
Transparansi juga diperlukan agar masyarakat mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan lampu hias tersebut, bagaimana kondisi fasilitasnya, serta kapan perbaikan akan dilaksanakan. Penjelasan terbuka akan membantu menghindari spekulasi sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons persoalan di ruang publik.
Jembatan 12 bukan hanya bagian dari infrastruktur kota, tetapi juga elemen visual yang turut membentuk citra Pangkalpinang pada malam hari. Karena itu, menjaga pencahayaan tetap berfungsi merupakan bagian dari tanggung jawab pengelolaan kota yang tidak boleh dipandang sebagai urusan sepele.
Kini, masyarakat menantikan langkah nyata dari pemerintah dan instansi terkait. Jangan biarkan lampu hias Jembatan 12 terus gelap tanpa kejelasan. Pemeriksaan, penjelasan penyebab, dan kepastian perbaikan menjadi hal yang patut segera dilakukan agar keindahan kota tetap terjaga dan fasilitas publik tidak sekadar menjadi pajangan tanpa perawatan.
Pens Dimas

