Sampah Berserakan di Depan Podium Kehormatan Pawai Baris Berbaris di Hari Pertama Menjadi Sorotan Publik

Bangka Belitung Bangka Selatan Daerah Pemerintah Sosial Masyarakat Viral
Advertisements
Advertisements

BANGKA SELATAN – Pemandangan sampah yang berserakan di depan podium kehormatan pada pelaksanaan pawai baris berbaris hari pertama di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (25/8/2026), menjadi sorotan publik.

 

Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik di sekitar jalur pawai, termasuk area depan panggung kehormatan yang menjadi tempat Bupati Bangka Selatan bersama tamu undangan menyaksikan jalannya pawai.

 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, saat dijumpai di panggung kehormatan, Selasa (25/8/2026), mengatakan pihaknya telah menurunkan puluhan petugas kebersihan untuk menangani sampah selama pelaksanaan pawai.

 

“Hari ini ada pasukan kuning, petugas pembersih sampah, ada 61 yang diturunkan untuk membersihkan sampah yang bertugas di jalur pawai baris berbaris di Toboali. Nanti setelah acara selesai baru kita bersihkan,” kata Agung.

 

Saat ditanya awak media Babelwow.com mengenai alasan sampah tidak dibersihkan sebelum maupun ketika acara berlangsung agar tidak mengganggu pandangan Bupati, tamu undangan, maupun masyarakat yang menyaksikan pawai, Agung menjelaskan bahwa pihaknya memiliki pola pembersihan setelah kegiatan selesai.

 

“Biasanya kita bersihkan pada saat setelah acara selesai,” ujarnya.

 

Agung juga mengimbau masyarakat yang datang menyaksikan pawai agar turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang menonton agar jangan membuang sampah sembarangan,” imbaunya.

 

Sementara itu, ketika ditanya mengenai ketersediaan tempat sampah di sekitar area panggung kehormatan, Agung mengakui bahwa DLH belum menyediakan tong sampah di lokasi tersebut.

 

“Karena dana terbatas, kami belum menyediakan tong sampah di area panggung kehormatan,” ungkapnya.

 

Terpisah, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menilai persoalan kebersihan seharusnya menjadi perhatian selama pelaksanaan kegiatan, bukan hanya setelah acara selesai.

 

Menurutnya, pembersihan sampah idealnya dilakukan sebelum, saat berlangsung, dan setelah acara agar kawasan pawai tetap terlihat bersih serta nyaman bagi masyarakat dan para tamu undangan.

 

“Seharusnya sampah dibersihkan sebelum, saat acara berlangsung dan setelah selesai acara, supaya bersih dan indah dipandang mata,” ujarnya.

 

Pemandangan sampah yang berserakan tersebut pun diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pengelolaan kebersihan pada pelaksanaan pawai berikutnya dapat lebih maksimal, terutama di kawasan yang menjadi pusat perhatian publik dan tamu kehormatan. ( Abi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *