BANGKA BARAT|Babelwow.com — Riuh karnaval dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Barat tidak sekadar menjadi panggung hiburan dan perayaan. Di balik kemeriahan itu, Partai Demokrat Bangka Barat menyerukan pesan yang lebih substantif: kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni, atribut, dan euforia tahunan.
Kemerdekaan, menurut Demokrat, harus diterjemahkan dalam bentuk kepedulian, empati, gotong royong dan keberpihakan kepada masyarakat yang masih menghadapi kesulitan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Bangka Barat, Ibnu Cahyadi, yang akrab disapa IC, saat mengikuti Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangka Barat, Senin (24/8/2026).
Ibnu menegaskan, keikutsertaan Partai Demokrat dalam karnaval bukan sekadar untuk mempertontonkan atribut partai di tengah keramaian. Kehadiran Demokrat merupakan bentuk partisipasi langsung sebagai bagian dari masyarakat Bangka Barat.
“Kami ikut merayakan agenda ini karena kami merupakan bagian dari masyarakat Bangka Barat. Karnaval ini merupakan kegiatan rakyat, sehingga kami ingin hadir dan ikut memeriahkan bersama masyarakat,” ujar Ibnu, yang dikenal dengan salam khasnya, “Salam Cinta dari IC.”

Namun, Ibnu mengingatkan bahwa kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap kondisi saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah.
Di sejumlah daerah, masih terdapat masyarakat yang harus berjuang memulihkan rumah, kehilangan sumber penghidupan hingga menata kembali kehidupan akibat bencana alam.
Karena itu, menurut Ibnu, kemerdekaan seharusnya juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan.
“Makna kemerdekaan bagi kami juga bagaimana kita memiliki empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Kita harus mengingat bahwa tidak semua masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dalam keadaan yang sama,” katanya.
Ia menilai, ketika sebagian masyarakat Bangka Barat dapat menikmati karnaval dengan penuh kegembiraan, terdapat saudara-saudara di daerah lain yang justru sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.
Kondisi tersebut, kata Ibnu, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak semata-mata tentang kebebasan merayakan, tetapi juga tentang kemampuan untuk melihat penderitaan orang lain dan mengambil bagian dalam membantu mereka.
“Kalau kita hari ini bisa berkumpul, ikut karnaval dan merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tentu kita juga harus mengingat saudara-saudara kita yang belum bisa merasakan suasana seperti ini karena sedang menghadapi bencana,” ujarnya.
Kemerdekaan Adalah Jembatan, Bukan Titik Akhir
Ibnu kemudian mengaitkan makna kemerdekaan dengan gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menyebut kemerdekaan sebagai “jembatan emas.”
Menurutnya, ungkapan tersebut memiliki pesan yang kuat bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir perjuangan bangsa. Kemerdekaan justru menjadi pintu menuju perjuangan yang jauh lebih besar: membangun kehidupan rakyat yang adil, sejahtera dan bermartabat.
“Bung Karno pernah mengatakan bahwa kemerdekaan itu adalah jembatan emas. Artinya, kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan. Setelah kita merdeka, masih ada pekerjaan besar yang harus kita lakukan untuk menyempurnakan kehidupan masyarakat,” tutur Ibnu.
Karena itu, ia menilai perayaan kemerdekaan harus diikuti dengan kerja nyata. Kebebasan yang diperjuangkan para pendahulu tidak boleh berhenti sebagai simbol yang hanya muncul setiap bulan Agustus.
“Kita tidak boleh hanya memikirkan diri kita sendiri. Setelah merdeka, tugas kita menyempurnakan kehidupan masyarakat. Termasuk bagaimana kita peduli kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” katanya.
Ia juga mengutip pemikiran Mohammad Hatta bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan syarat untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.
“Bung Hatta juga mengingatkan bahwa Indonesia merdeka hanya menjadi syarat untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat. Jadi, kalau hari ini kita merayakan kemerdekaan, pertanyaannya bagaimana kemerdekaan itu kita isi dan bagaimana kebahagiaan itu bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Demokrat Ingin Tetap Dekat dengan Rakyat
Bagi Ibnu, semangat kemerdekaan pada akhirnya harus kembali kepada manusia. Kebebasan yang diwariskan para pendiri bangsa harus melahirkan kepedulian, bukan sikap individualistis.
Masyarakat boleh bergembira, mengikuti karnaval dan menikmati pesta rakyat. Namun, kegembiraan tersebut tidak boleh mematikan kepedulian terhadap mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
“Menurut saya, inilah semangat kemerdekaan yang sesungguhnya. Kita boleh bergembira, kita boleh merayakan kemerdekaan, tetapi hati kita tetap harus melihat saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Ibnu berharap budaya gotong royong tetap menjadi kekuatan sosial masyarakat Bangka Barat.
Menurutnya, gotong royong merupakan bentuk nyata persatuan. Ketika masyarakat saling membantu tanpa melihat perbedaan latar belakang, kemerdekaan tidak lagi sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, masyarakat dapat terus bergotong royong dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Ibnu.
Ia menambahkan, keterlibatan Demokrat dalam karnaval juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan partai dengan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Partai Demokrat hadir dan menjadi bagian dari masyarakat Bangka Barat,” katanya.
Menurut Ibnu, partai politik tidak seharusnya hanya muncul ketika momentum politik tiba. Kehadiran di ruang sosial dan kemasyarakatan juga merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.
“Kami ikut hadir karena karnaval ini merupakan acara rakyat. Kami ingin bersama masyarakat dan ikut merasakan kegembiraan masyarakat,” ujar Ibnu Cahyadi atau IC.
Rais: Masyarakat Bukan Sekadar Objek Politik
Sementara itu, Bendahara DPC Partai Demokrat Bangka Barat, Rais Iqbal Harahap, berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Rais menegaskan, masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek ketika partai membutuhkan dukungan politik. Sebaliknya, hubungan antara partai dan masyarakat harus dibangun secara berkelanjutan melalui kehadiran dan kerja nyata.
“Harapan kami, masyarakat Bangka Barat tetap menjaga kekompakan, kebersamaan dan gotong royong. Mari kita bersama-sama menjaga daerah ini agar tetap aman, nyaman dan harmonis. Partai Demokrat juga ingin terus hadir dan menjadi bagian dari masyarakat,” kata Rais.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam perjalanan Partai Demokrat di Bangka Barat.
“Bagi kami, masyarakat adalah bagian penting dari perjalanan Partai Demokrat. Karena itu, kami ingin terus bersama masyarakat, bukan hanya dalam momentum perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Rais berharap soliditas internal Partai Demokrat semakin kuat agar kontribusi partai terhadap masyarakat juga semakin besar.
“Semakin solid partai, semakin kuat pula kebersamaan kami untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin Demokrat tetap dekat dengan masyarakat Bangka Barat dan bisa ikut menjaga semangat persatuan serta gotong royong,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa kemerdekaan tidak boleh kehilangan substansinya hanya karena masyarakat larut dalam kemeriahan seremoni.
“Yang paling penting bagi kami bagaimana kita tetap bersama-sama. Masyarakat menjaga masyarakat, saling membantu dan saling menguatkan. Itulah semangat kemerdekaan yang harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Karnaval pada akhirnya akan selesai. Jalanan kembali lengang, panggung dibongkar dan atribut perayaan kembali disimpan. Namun, semangat kemerdekaan tidak seharusnya ikut berakhir ketika iring-iringan karnaval meninggalkan jalanan.
Bagi Partai Demokrat Bangka Barat, kemerdekaan harus memiliki makna yang lebih dalam: menjaga persatuan, membangun kepedulian, memperkuat gotong royong dan memastikan masyarakat tidak berjalan sendirian ketika menghadapi kesulitan.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang kemampuan untuk merayakan kebebasan, tetapi juga keberanian untuk melihat mereka yang sedang kesulitan, kepedulian untuk mengulurkan tangan dan kesediaan untuk bangkit serta maju bersama.
Salam Cinta dari IC.(**)
Apri

