Pangkalpinang|Babelwow.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Bumi Sejahtera Bangka Belitung (PT BSS), menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pascasarjana Biotech Indonesia dalam upaya pengendalian penyakit mematikan kelapa sawit Basal Stem Rot (BSR) atau busuk pangkal batang.
Kerja sama tersebut ditandai dalam kegiatan Sosialisasi Strategi Manajemen Pengendalian Terpadu dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada perkebunan kelapa sawit yang digelarnya di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/1/2025).
Di tengah ancaman serius penyakit BSR yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense, kehadiran PT Pascal Biotech Indonesia dinilai sebagai langkah revolusioner. Perusahaan-perusahaan ini menawarkan solusi berbasis mikroba sebagai pendekatan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam perlindungan tanaman sawit.
Selama ini, penyakit BSR menjadi momok menakutkan bagi petani sawit karena menyerang pangkal batang, menyebabkan kematian dini tanaman, dan menurunkan produktivitas kebun secara signifikan.
Melihat urgensi persoalan tersebut, PT BSS menggandeng PT Pascal Biotech Indonesia guna membantu petani sawit di Bangka Belitung memperoleh solusi pengendalian penyakit yang efektif sekaligus berkelanjutan.
MoU ditandatangani oleh Miftachul Anwar, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, dan Eka Mulya Putra, Direktur BUMD PT BSS.
Dalam sambutannya, Eka Mulya Putra menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para petani sawit mengenai pentingnya perlindungan tanaman sejak dini.
“Kami ingin petani sawit memiliki pengetahuan dan akses terhadap teknologi pengendalian penyakit yang tepat, agar produktivitas kebun tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Miftachul Anwar menyampaikan bahwa kehadiran PT Pascal Biotech merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab persoalan krusial industri sawit nasional.
“Kami menghadirkan produk seperti EMBIO Actino Plus, sebuah inovasi berbasis mikroba yang tidak hanya efektif mengendalikan penyakit, tetapi juga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan karena ramah lingkungan,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan perkebunan sawit rakyat di Bangka Belitung, sekaligus membuka jalan bagi penerapan teknologi hayati sebagai solusi masa depan pertanian sawit Indonesia. (M.Zen/KBO Babel)

