Ditemui di Pasar, Warga Sambut Prof Udin dan Titip Harapan untuk Jalan yang Layak

Bangka Belitung Daerah Pangkalpinang Politik
Advertisements
Advertisements

PANGKALPINANG|Babelwow.com – Keluhan demi keluhan disampaikan warga dan pedagang kepada Calon Wali Kota Pangkalpinang nomor urut 3, Saparudin atau akrab disapa Prof Udin, saat berkunjung ke Pasar Parit Lalang, Minggu (3/8/2025).

Kunjungan itu tak sekadar menyapa, namun menjadi ruang curhat bagi pedagang yang sudah bertahun-tahun menghadapi kenyataan pahit: jalan pasar rusak parah dan belum pernah tersentuh perbaikan.

“Saya tidak menyangka ada Calon Wali Kota di sini. Saya pikir ada keramaian apa, ternyata ada Pak Udin. Senang sekali bisa ketemu beliau, ujar Lina salah satu pengunjung pasar.

Lina mengaku sebelumnya pernah bertemu Udin-Dessy saat kampanye di Pasar Haiming Girimaya. Ia menyebut sikap Prof Udin tetap konsisten: ramah, terbuka, dan tidak membuat warga kecil merasa canggung.

“Pak Udin ini ramah, tidak membuat kami segan bicara. Sosok seperti ini yang kita harapkan memimpin kota,” ucapnya penuh harap.

Suasana pasar yang semestinya hidup, justru terasa suram bagi para pedagang. Salah satu pedagang, Muni  dengan nada penuh kejujuran menyampaikan harapannya agar  Prof Udin bisa membawa angin perubahan , terutama untuk kondisi infrastruktur pasar yang menurutnya makin terabaikan.

“Pasar ini semakin sepi, apalagi lewat jam 9 pagi. Pembeli sudah malas datang karena jalan rusak. Sudah bertahun-tahun kami hadapi ini,” katanya.

Munir mengatakan bahwa akses masuk ke Pasar Parit Lalang sudah lama rusak, namun tak kunjung diperbaiki. Harapannya sederhana: jalan yang layak agar pembeli tak enggan datang, dan rezeki pedagang kembali hidup.

“Pak Udin, kalau nanti terpilih, tolong perhatikan jalan ini. Kami ini rakyat kecil, tapi kami juga punya harapan,” ujarnya lirih, namun penuh harap.

Kehadiran Prof Udin ke pasar bukan dalam balutan seremoni mewah. Ia datang menyusuri lorong pasar, menyapa warga tanpa sekat, dan mendengarkan langsung keluhan mereka. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi warga yang telah lama merasa suara mereka tak lagi sampai ke telinga penguasa.

“Saya datang untuk mendengar, bukan sekadar bicara,” ujar Prof Udin saat berbincang dengan warga.

Dalam kampanyenya, Prof Udin menegaskan bahwa pembangunan kota harus dimulai dari tempat-tempat yang menyentuh kehidupan rakyat sehari-hari: pasar, jalan lingkungan, dan akses pelayanan dasar.

“Pasar bukan cuma soal jual beli, tapi pusat denyut ekonomi masyarakat. Kalau pasar rusak dan ditinggal pembeli, itu artinya kita sedang membiarkan rakyat kecil tenggelam,” tegasnya.

Sebagai calon Wali Kota yang menggandeng Cece Dessy Ayu Trisna sebagai wakilnya, Prof Udin mengusung pendekatan bottom-up yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Mereka menjanjikan pemerintahan yang berpihak pada pelayanan dasar: infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

Kehadirannya di Pasar Parit Lalang bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol awal bagaimana keluhan warga kecil akan menjadi prioritas kebijakan jika dirinya terpilih kelak.

“Pak Udin sosok yang paham rakyat kecil. Kami percaya beliau bisa membawa perubahan,” tutup Lina dengan mata berkaca-kaca.(**)

 KBO Babel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *